|
Bangsa Bugis bukanlah kategori kaum tak pandai mengucapkan apresiasi atas sesuatu yang dianggapnya sangat bermamfaat dan berguna baik dari kaumnya sendiri maupun dari kaum lain. Bentuk apresiasi itu ada berupa cindera mata atau dengan ungkapan-ungkapan sebagai simbol. Dikalangan Bugis biasanya hasta karya Bugis itu sendiri. Misalnya Lipa' Sabbe, Songko To Bone atau jenis karya yang dianggap mewakili daerahnya. Seperti halnya orang yang mengapresiasi terhadap perjuangan seseorang tapi tak dapat memberi apa-apa selain ungkapan dalam bentuk bahasa puitis...
Setumpuk gerah bersemayam dalam pikiranmu Terbiarkan diam dalam sejuta rantai yang menggigit Gugusan embun ingin menawarkan jasa-jasa sejuknya Lama terpasung dalam salju kehangatan sukmamu Untuk menebar harum di sudut-sudut jalan berbatu Biarkan tercipta sejuta makna dalam semangat
Belenggu kini telah terkuak menepis keangkuhan masa Pintumu kini telah terbuka menutup bimbang dan keraguan Begitu mulianya engkau sejuta maaf lahir di bibirmu Ketika jiwa dan ragamu mengucapkan pesan bertuah Kerikil-kerikil tajam menyebar dan menepi memberimu salam Menyambut hari esok dan pengabdianmu
Di bumi leluhurmu tempatmu berpijak Pusaka tanahmu untuk mencari rejeki ilahi Kau sebar butir-butir embun sejuta harapan Menyiram semangat berlapis baja Pohon-pohon rindu tumbuh betabur sari Mengukir sejarah hidup pengabdianmu
Hakikat jiwamu kau tumpahkan untuk leluhurmu Tak kenal masa tak kenal menyerah Embun dan sari menyebarkan sejuk harum Menyebar pesona di kampung halaman Jiwaraga dan pengorbananmu tak sia-sia Titah Ilahi menempatkan dirimu di langit ketujuh Memang pantas engkau sandang
Tanah Bugis 11/06/2010 By : Gita |