 Nafas angin membawa sarimu terbawa ke pojok tanah Benangmu kemilau jatuh melilit hati yang luka Ku tak kuasa menahan haru Karena rindu yang Engkau kirim Walau terbungkus bayangan semata Tapi Engkau relakan sarimu terenggut jiwa lain Namun, hakikatnya ku tak rela Anggrekku tersentuh Apa daya ku ... Kuasa tak mampu menahan desah yang Engkau kirim Ragaku yang rapuh, kembali bangkit dari belaian mimpi Jiwaku bertahun lelah, hilangkan senyum getir kehidupan Kutatap dan Kuraih bayangmu karena Engkau menebar sari Benang rindumu kurengkuh terkenang-kenang Kan kubawa mati . . . ya allah
Mengapa dadaku mesti bergetar bila menyebut namamu sedang Enkau dilahirkan bukanlah untukku ... Namun ku tak mau peduli Biarkan kucumbui bayangmu Dan kusandarkan harapanku
Hm . . . dirimu ada di langit ketujuh Benang emasmu mengikat cinta tak tergapai Sari manismu menebar kasih penuh makna Namun … jiwaragaku hanya kuasa menerawang Menatap indahmu terjamah oleh waktu Karena aku ada di langit yang paling bawah Kumohon dan ijinkanlah walau sedetik jua Benang sarimu kan kubawa pergi Kan kudekap hingga nafasku tak bergerak lagi
Tanah Bugis, 13-11-09 by Gitalara |